Perlunya Bekali Diri untuk Mitigasi Bencana Alam

Perlunya Bekali Diri untuk Mitigasi Bencana Alam

Sudah sedari 29 September 2022 yang lalu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk periode sepekan mulai tanggal 02-08 Oktober 2022, tapi masih ada kelanjutannya yang mana BMKG kembali merilis potensi cuaca ekstrem lanjutan untuk periode 09-15 Oktober 2022. Potensi cuaca ekstrem ini juga kenyantaannya masih terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan salah satunya oleh fenomena atmosfer global, regional ataupun lokal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah mencatat sebanyak 227 bencana alam telah terjadi di Indonesia dalam dua minggu terakhir sejak awal Oktober 2022. Di mana semua kejadian bencana dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, juga tanah longsor. Dalam kurun waktu 3 hingga 16 Oktober 2022, banjir menjadi kejadian bencana yang paling banyak terjadi dalam periode ini disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem. Hal tersebut sepertinya juga bisa lihat karena perbedaan cuaca ekstrem antara wilayah yang berdekatan pun akhir akhir ini sering kali berbeda. 

Hasil analisis dinamika atmosfer terkini BMKG menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.

BMKG mengatakan peningkatan potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun, terutama pada dasarian I dan dasarian II November 2022. Data tersebut tertera dalam analisis dan prediksi El Nino-Southern Oscillation (ENSO).

Cuaca yang masih perlu diperkirakan, kita tetap harus menyiapkan diri pada bencana yang bisa melanda wilayah mana saja. Terutama bagaimana sikap kita saat bencana itu mulai terjadi. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dalam hal ini, kita perlu mempersiapkan diri. Karena bukan ketenangan atau tidak panik juga harus disertai langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Bahkan ada lebih baiknya kita mencari tahu ada kah cara khusus menyikapi setiap bencana yang berbeda-beda bentuknya.

Dalam hal ini ada organisasi PetaBencana.id yang membuat program TrainerYPB! PetaBencana.id menargetkan masyarakat umum dan anggota organisasi masyarakat atau komunitas lokal di 37 provinsi di Indonesia untuk mengikuti program ini. Secara khusus, program ini mencari peserta yang dapat berkomitmen untuk mendiseminasikan informasi pelaporan kebencanaan ke setidaknya sepuluh orang lain tentang cara pemanfaatan PetaBencana.id dan yang dapat membuat aktivitas tangguh bencana paling tidak satu kali selama program berlangsung. Yang membuat lebih menariknya adalah relawan akan mengajak minimal sepuluh orang lain untuk membuat uji coba laporan simulasi bencana (akan dibimbing oleh tim PetaBencana.id), disertai dengan ide dan eksekusi kampanye kreatif kebencanaan relawan sendiri. Kamu bisa kenalan lebih jauh tentang organisasi ini dan ikut aktivitasnya sebelum 11 November 2022 melalui link ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan simpulan tentang apa saja hal dasar yang harus kita persiapkan jika terjadi bencana, di antaranya: Jangan panik; selamatkan diri kita, baru yang lain (keselamatan diri tetap menjadi yang paling utama); perhatikan lingkungan sekitar dan pastikan jalan keluar terdekat; sebaiknya bekali diri kita dengan alat keselamatan, perlengkapan darurat, dan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (p3k) dan kegawatdaruratan.

Maka kunci yang paling utama adalah kita harus terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kita tentang kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Karena, jika melihat fakta bahwa cuaca esktrem kemungkinan terjadi sampai akhir tahun ini, potensi gempa mega thrust, sesar lembang, tanah longsor, kebakaran, tsunami dan lain sebagainya sangat mungkin terjadi di Indonesia pada khususnya yang masuk pada rangkaian ring of fire

Jika tidak menyiapkan diri, maka siapa lagi? Karena kita tetap harus mementingkan diri kita sendiri, karena orang pertama yang menolong adalah diri sendiri. Dan jika kita sudah terpenuhi, kita juga bisa menolong orang terdekat dan yang di sekitar kita. Sudah saatnya kita #JadiPeduli dan membekali diri atas kesiapsiagaan dan kegawatdaruratan bencana yang terjadi. Kamu tentu bisa mempelajarinya bersama dengan organisasi yang khusus bergerak pada penanggulangan bencana di Indorelawan.org ya! Ubah Niat Baik Jadi Aksi Baik Hari Ini.

Disunting oleh Renita Yulistiana

Referensi
https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=waspada-potensi-cuaca-ekstrem-masih-berlanjut-untuk-sepekan-ke-depan-15-21-oktober-2022&tag=press-release&lang=ID
https://nasional.okezone.com/read/2022/10/19/337/2689918/227-bencana-terjadi-selama-bulan-oktober-banjir-terbanyak?page=2
https://bpbd.bogorkab.go.id/5-tips-dasar-kesiapsiagaan-terhadap-bencana/